DESKRIPSI BUKU
Judul
buku : Merdeka Belajar Kampus Merdeka ( Implementasi
dan Urgensitasnya Bagi PTKIN Di Aceh
Nama Penulis
: Dr. Saiful, M. Ag; Dr. Silahuddin, M, Ag; Raihan Fadhillah
Nama Penerbit
: PT. Wasatha Media Umat
Jumlah Halaman
: 200 Halaman
Ukuran : 16 x 24 cm
Harga : (opsional)
ISBN : (masih dalam
proses)
SINOPSIS SINGKAT
buku "Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Implementasi dan
Urgensitasnya Bagi PTKIN di Aceh)":
Buku ini membahas konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka
(MBKM) sebagai kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia, dengan fokus pada
implementasi dan urgensinya bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri
(PTKIN) di Aceh. Melalui pendekatan teoritis dan praktis, buku ini mengeksplorasi
bagaimana kebijakan MBKM dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memberikan
fleksibilitas bagi mahasiswa, serta menyiapkan lulusan yang lebih adaptif
terhadap dunia kerja.
Selain itu, buku ini mengupas tantangan dan peluang yang
dihadapi PTKIN dalam menerapkan program MBKM, termasuk kerja sama dengan
industri, penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, serta penguatan sistem
pembelajaran di luar kampus. Dengan kajian mendalam dan berbasis penelitian,
buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, mahasiswa, dan pemangku
kebijakan pendidikan yang ingin memahami lebih jauh transformasi pendidikan
tinggi di Aceh dalam kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Sorotan Utama:
Latar Belakang
Buku ini mengulas penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka
(MBKM) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Aceh dalam
menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era modern. Salah satu tantangan
utama adalah ancaman disintegrasi bangsa akibat ideologi ekstremisme dan
liberalisme yang berkembang di tengah pesatnya arus globalisasi. Generasi
milenial, sebagai aktor utama dalam perubahan sosial, sering kali rentan
terhadap pengaruh negatif dari teknologi dan doktrin radikal. Oleh karena itu,
diperlukan sistem pendidikan yang mampu membangun karakter moderat dan adaptif
terhadap keberagaman.
Konsep MBKM dan PTKIN
Dalam konteks MBKM di PTKIN, moderasi beragama menjadi
elemen kunci dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik
tetapi juga memiliki sikap inklusif dan toleran. Moderasi beragama
didefinisikan sebagai sikap menolak ekstremisme dalam bentuk kekakuan maupun
kebebasan berlebihan dalam beragama. Oleh karena itu, pendidikan di PTKIN perlu
menanamkan nilai-nilai Islam yang universal, damai, dan toleran agar mahasiswa
mampu menghadapi berbagai tantangan ideologis di masyarakat.
Pendidikan Islam dan Peran Kampus
PTKIN memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda
yang berintegritas melalui pendekatan akademik, sosial, dan spiritual. Dalam
kerangka MBKM, kampus dapat berfungsi sebagai pusat pengembangan moderasi
beragama dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam moderat ke dalam kurikulum,
kegiatan kemahasiswaan, serta kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masjid
dan komunitas lokal. Kampus yang adaptif terhadap perubahan akan mampu
menghasilkan lulusan yang tidak hanya berilmu tetapi juga berkarakter kuat
dalam menghadapi dinamika sosial.
Generasi Milenial dan Tantangan
Generasi milenial menghadapi berbagai tantangan besar, mulai
dari radikalisme, degradasi moral, hingga pengaruh teknologi yang semakin
kompleks. Dalam konteks MBKM, mahasiswa diberikan kebebasan untuk belajar di
luar kampus, yang berarti mereka memiliki akses luas terhadap berbagai
perspektif dan lingkungan baru. Oleh karena itu, PTKIN perlu membangun ruang
akademik yang inklusif dan berbasis nilai-nilai moderasi agar mahasiswa dapat
menginternalisasi prinsip-prinsip toleransi dan kedamaian dalam kehidupan
mereka.
Strategi dan Tantangan
Agar kebijakan MBKM dapat berjalan efektif di PTKIN,
diperlukan strategi implementasi yang matang, seperti:
Menyusun kurikulum berbasis nilai Islam moderat yang sesuai
dengan kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja.
Melibatkan mahasiswa secara aktif dalam program pengabdian
masyarakat yang menanamkan semangat inklusivitas dan toleransi.
Mengoptimalkan peran kampus dan masjid sebagai ruang edukasi
dan pembinaan karakter berbasis moderasi beragama.
Namun, dalam implementasinya, terdapat sejumlah tantangan
seperti perbedaan pandangan di lingkungan akademik, derasnya arus informasi
digital, serta ancaman ideologi ekstrem yang dapat mempengaruhi pola pikir
mahasiswa. Oleh karena itu, PTKIN perlu terus berinovasi dalam mengembangkan
sistem pendidikan yang fleksibel dan berorientasi pada penguatan karakter.
Tujuan Buku
Buku ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada
akademisi, mahasiswa, dan pemangku kebijakan di PTKIN dalam:
Mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka
secara efektif dan sesuai dengan karakter pendidikan Islam.
Menyusun strategi pendidikan berbasis moderasi beragama guna
membangun lingkungan akademik yang toleran dan inklusif.
Mengidentifikasi tantangan serta solusi dalam membina
generasi milenial agar tetap berpegang pada nilai-nilai Islam moderat di tengah
perubahan zaman.
Sebagai referensi akademik dan praktis, buku ini memberikan
wawasan yang mendalam mengenai bagaimana PTKIN di Aceh dapat beradaptasi dengan
kebijakan MBKM untuk mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap
menghadapi tantangan global dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin..
Terima Kasih telah berkunjung!
0 Reviews
Your rating